More Than Words

Aku Ingin Bersama Selamanya – AADC

Posted by: melitong on: June 6, 2008

ketika tunas ini tumbuh
serupa tubuh yang mengakar
setiap napas yang terhembus adalah kata
angan, debur dan emosi
berpadu dalam jubah berpautan

tangan kita terikat,
lidah kita menyatu,
maka setiap apa terucap
adalah sabda pandita ratu

ah, di luar itu pasir
di luar itu debu
hanya angin meniup saja
lalu terbang, hilang, tak ada
tapi kita tetap menari
menari, cuma kita yang tahu

jiwa ini tandu
maka duduk saja
maka akan kita bawa semua
karena kita adalah satu

by : Rako Prijanto

7 Responses to "Aku Ingin Bersama Selamanya – AADC"

wiuh …
there something happen ?
kok makbedunduk puitis ngene ?
nek njaluk dilamar ndang ngomong bapak yo …

weeekzz… puisi yah????

lah loh…
mel..
puisi itu ditujuin bwt sapa??
oia..gw mampir k blog lo ntuh cuman mo liat foto2…
tapi mana???

@ alay : belum aku launching., tunggu saja :D

Aku lebih suka paragraf trakhir puisinya rangga yang pas ending mel..
Yang kek gini..

Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karna ku ingin kamu
Itu saja..

*sok mellow mode : on

hmmm… hatimu sedang berbunga ya Mel… kalo lagi baik hati panggil aku kek, biar aku kebagian kalo mau nraktir…

#cengar-cengir kayak orang bego…

@mas sulu : kapan pulang? kapan oleh2e?? hehehehe :lol:

@sari : aku juga suka yang itu, apalagi kalo rangga yang baca puisinya :”>

@alfiyan : mana bisa hanti berbunga? aku gak operasi hati rek… dirimu lah yang seharusnya nraktir akuuuuuuuwwwwwwwwwwwww

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.